Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 20 Desember 2011

Ketulusan Hati

Mentari bersinar begitu hangatnya, mengayun lembut di wajah gadis jawa, ya Erivia namanya. Saat itu ia masih duduk di bangku kuliah di salah satu PTN di Yogyakarta. Tanpa terasa ia sudah menginjak remaja. Ia pun berfikir untuk belajar berorganisasi. Ia memilih organisasi keagamaan untuk masuk dan berorganisasi.

Abi adalah sosok yang santun, pintar dan berpengalaman dalam organisasi. Dia terpilih sebagai sekretaris dalam organisasi keagamaan tersebut. Sedangkan Erivia mendapat bagian sebagai divisi sosial kemasyarakatan. jantungnya berdedak begitu kencang, seolah nadi terputus seketika tatkala ia bertatapan dengan Abi, apakah ini cinta? gumamnya dalam hati, Dengan penuh keyakinan dan kasih sayang Erivia menunjukkan rasa perhatiannya kepada Abi. Erivia selalu mengajak teman-teman organisasi untuk memakai rumahnya saat organisasi tersebut mengadakan rapat, baik rapat koordinasi maupun rapat bulanan. Ibu Erivia sudah tahu perasaan anak gadisnya kepada Abi dan berusaha mendekatkan Erivia dengan Abi.

Abi tidak menyadari jika Erivia ada rasa dengannya. Abi cenderung cuek dan lebih fokus pada organisasi tersebut. Pada saat Abi datang untuk rapat di rumah Erivia selalu disambut hangat oleh ibunya Erivia. Ibunya Erivia selalu memberi perhatian khusus kepada Abi, namun Abi benar-benar tidak menggubrisnya.

Tidak lama kemudian terdegar kabar bahwa dia sudah memiliki kekasih hati yang siap untuk dilamar. Suntak Erivia kaget dan tidak percaya bahwa orang yang selama ini begitu ia cintai ternyata malah mencintai gadis lain. Ia menyesal tak mengatakan yang sebenarnya kepada Abi. Sampai-sampai Erivia jatuh sakit. Ibunya Erivia merasa iba dengan keadaan anaknya.

Kemudian ibu Erivia mempunyai inisiatif untuk mendekatkan Erivia dengan Ahmad. Dia adalah ketua organisasi tersebut. Kepribadiannya pun menawan. Erivia pun akhirnya mau mengalihkan cintanya kepada Ahmad. Namun cinta itu berujung pula pada ketidakpastian. Ahmad kurang memperhatikan Erivia karena sudah tahu sifat asli Erivia. Erivia adalah gadis yang suka menjelek-jelekkan orang lain apabila ia merara tersaingi dengan orang tersebut.

Kemudian tak berapa kama kemudian Abi sudah menyelesaikan skripsi dan segera wisuda. Setelah wisuda Abi berusaha mengabdi kepada masyarakat. Selang 3 bulan kemudian Erivia pun diwisuda. Ia kemudian mendapatkan kontrak dengan dinas pendidikan. Tinggallah Ahmad yang belum menyelesaikan skripsi dan masih menjadi guru honorer disebuah sekolah swasta.

Terdengarlah kabar bahwa Abi sudah putus dengan kekasihnya. Sekarang Abi benar-benar sendiri. Mengetahui hal tersebut Erivia berusaha membangun puing-puing cintanya yang sempat runtuh.



Tak berapa lama kemudian masa jabatan dalam organisasi tersebut telah berakhir. Namun tidak pada cinta Erivia kepada Abi. Cintanya semakin bersemi kala muktamar organisasi, Erivia sangat bersemangat dan antusias mengikuti muktamar tersebut.

Dari hasil muktamar tersebut tersebut terbentuklah kepengurusan baru. Ina adalah sosok wanita shalihah yang menjabat sebagai sekretaris yang menggantikan posisi Abi. Abi sangat kagum dan berusaha menarik hati Ina. Ina pun akhirnya tak kuasa dan mau menerima Abi. Abi sangat bahagia bersama Ina. Namun Erivia merasa terabaikan dan berusaha menghancurkan hubungan mereka.

Dua bulan kemudian terjadi pertikaian besar antara Ina dan Abi. Ahmad yang mengetahui kejadian itu sontak kaget dan berusaha melerai keduanya. Sebenarnya masalah yang mereka hadapi sangat sepele namun karena dibumbui oleh Erivia masalah tersebut menjadi semakin besar. Setelah diselidiki ternyata Erivia adalah dalang dari masalah antara Abi dan Ina. Kemudian setelah Abi tahu yang sebenarnya dia langsung marah kepada Erivia. Erivia dimaki-maki oleh Abi. mengetahui hal itu Ina berusaha menenangkan emosi Abi dan akhirnya Abi nurut dengan Ina.

Erivia yang sedang dalam kekalutan berusaha meminta maaf kepada Abi dan Ina, dia minta maaf didiampingi oleh Ahmad dan ibunya. Namun Abi sudah terlanjur marah dan tidak mau memaafkan kesalahan Erivia. Kemudian Erivia mengungkapkan perasaannya kepada Abi dan teman-teman dalam organisasi tersebut tentang perasaannya. mendengar cerita Erivia tersebut Abi, Ina dan juga Ahmad berusaha memahami perasaan Erivia. Kemudian Abi menjelaskan dan memahami perasaan Erivia. Abi menasehati Eriviaaa. Dengan bercucuran air mata Erivia menagis di pangkuan ibunya. Ibu Erivia tak kuasa menahan tangis anak gadisnya kemudian ibunya memohonkan maaf kepada teman-teman Erivia.



Dengan penuh kasih sayang Ina pun mendekati Abi dan berusaha menenangkan emosinya dan memberikan perhatiannya kepada Abi. Akhirnya Abipun luluh dengan perhatian yang Ina berikan lalu pelan-pelan ia mendekati Erivia dan Ia pun meminta maaff kepada Erivia dan Ia juga memaafkan Erivia. Erivia yang saat itu masih menagis tersedu-sedu akhirnya diam dan bangun dari pangkuan ibunya. Ia pun berjanji kepada Abi bahwa dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Ia juga meminta maaf kepada Ina. Ina pun memaafkan Errivia dengan sepenuh hati.

Kemudian mereka saling maaf-memaafkan. Sekarang sudah tidak ada dendam di hati mereka. Kini mereka kembali akrab seperti dulu lagi. Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Ahmad pun menyimpan rasa kepada Erivia. Erivia pun juga memiliki rasa kepada Ahmad. Akhirnya mereka pun menyatu dengan ikatan suci yang selama ini mereka dambakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar